Selasa, 21 Oktober 2014

PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN


1.      Pengertian Etika 
Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi” sedankan menurut Maryani & Ludigdo (2001) Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Dalam etika, membahas tentang perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Berikut pengertian baik dan buruk dalam etika :
a. Pengertian Baik
Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif).
b. Pengertian buruk
Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.
2.      Prinsip-prinsip Etika
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad ke-4 SM para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi 6 prinsip yang merupakan landasan penting Etika, yaituKeindahanPersamaanKebaikanKeadilanKebebasan, dan Kebenaran.
1.      Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2.      Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3.      Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
4.      Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5.      Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
o    Kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
o    Kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihannya tersebut
o    Kemampuan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
6.      Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.
Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antar individu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.
3.      Basis Teori Etika
1.      Etika Teleologi
Dari kata Yunani,  telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
-          Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
-          Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
2.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
3.       Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
4.      Teori Keutamaan (Virtue)
memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.


4.      EGOISM
Egoism adalah suatu bentuk ketidak-pedulian kepada orang lain. Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.
Fokus teori = “One should always act in one’s own best interest
Self-interest berbeda dengan selfishness.
Selfishness:
Anis Chariri Etika Bisnis dan Profesi 12
– “always do that which is in your own interest
– Selfish behaviour = unethical behavior
Egoism tidak cocok dengan kegiatan manusia sebagai makhluk sosial
Egoism tidak mampu memecahkan masalah ketika perselisihan muncul
Terdapat “anomali aneh” dalam egoism (tidak dapat dipublikasikan, diajarkan, dibicarakan dengan terbuka)
Didasarkan pada “distorted egocentric view of Anis Chariri Etika Bisnis dan Profesi 13 p g f the universe”
– “Keakuan” dipandang sbg pusat perhatian
– Problem = dunia dihuni oleh berbagi individu, tidak sekedar “aku”

Kesimpulan :Etika merupakan watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Etika merupakan  aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk, pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama.






Sabtu, 21 Juni 2014

Tugas Softskill Materi Bulan Ke-4

Tugas Softskill Materi Bulan Ke-4

Exercise 37 Hal 138 Relative Clauses
1.      That
2.      That
3.      Whom
4.      Whom
5.      That
6.      Whom
7.      Whom
8.      Whom
9.      That
10.  That
11.  Whom
12.  That
13.  Whom
14.  That
15.  Whom
Exercise 38 Hal 139 Relative Clause Reduction
1.      George is the man chosen to represent the committee at the convention.
2.      All of the money accepted has already been released.
3.      The papers on the table belong to Patricia.
4.      The man brought to the police stasion confessed to the crime.
5.      The girl drinking coffee is Mery Allen.
6.      John’s wife, a professor, has written several papers on this subject.
7.      The man talking to the policeman is my uncle.
8.      The book on the top shelf is the one that I need.
9.      The number of students counted is quite high.
10.  Leo Evans, a doctor, eats in this restaurant every day.

Relative Pronouns

Relative pronouns adalah kata ganti yang menunjuk pada kata benda yang mendahuluinya (antecedent) yang berfungsi sebagai penghubung dalam kalimat. Relative pronouns biasa diletakkan di awal dependent clause atau anak kalimat yang menerangkan atau memberikan informasi tambahan kepada independent clause atau main clause.

Kata ganti yang digunakan adalah: who, whom, whose, which, dan that.
- The man who is sitting in the corner is my friend.
- The boy whom we visited is her boyfriend.
- The girl whose car was sold will go to study abroad.
- The filing cabinet, which we purchase last week, is very well built.
- The book that describes about behaviour of animal is expensive.

Kata who, whom, whose, which, dan that pada contoh di atas menunjuk pada kata benda sebelumnya (the man, the boy, the girl, the filling cabinet, the book).







Kamis, 15 Mei 2014

TUGAS SOFTSKILL BULAN KE 3

Causative Voice ( Hal 135, Exercise 36 )
1.      The teacher made juan to leave the room.
2.      Toshiko had her car repair by a mechanic.
3.      Ellen got Marvin typed her paper.
4.      I made jane call her friend on the telephone.
5.      We got our house  Painted last week.
6.      Dr. Byrd is having the students Wrote a composition.
7.      The policemen made the suspect Lie on the ground.
8.      Mark got his transcripts Sent to the university.
9.      Maria is getting her hair To Cut tomorrow.
10.  We will have to get the Dean To sign this from.
11.  The teacher let Al Leave the classroom.
12.  Maria got Ed Washed the pipettes.
13.  She always has her car Fix by the same mechanic.
14.  Gene got his book Published by a subsidy publisher.
15.  We have to help Janet To find her keys.

Passive Voice
Soal :
1.    Somebody calls the president everyday.
2.    John is calling the other members.
3.    Somebody will call Mr Walson tonight.
4.    The fire has caused considerate damage
5.    The teacher should buy the supplies for this class


Jawaban :
1.    The president is called by somebody everyday.
2.    The other members is being called by John.
3.    Mr Walson will be called by somebody tonight.
4.    Considerate damage has been caused by the fire.
5.    The supplies should be bought by the teacher for this class.

Artikel Passive Voice
Passive Voice (Kalimat Pasif) adalah kalimat yang subject-nya dikenai suatu pekerjaan atau menderita suatu. Dengan kata lain subject kalimat tersebut menjadi sasaran kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja.
Bentuk dari Passive Voice (kalimat pasif) adalah : TO BE / BE + VERB 3
Dalam bentuk kalimat pasif, biasanya diikuti dengan frase “by”.
Tenses
Active
Passive
Simple Present
Jane helps Tina.
Tina is helped by Jane.
Present Progressive
Jane is helping Tina.
Tina is being helped by Jane
Present Perfect
Jane has helped Tina
Tina has been helped by jane
Simple Past
Jane helped Tina
Tina was helped by Jane
Past Progressive
Jane was helping Tina
Tina was being helped by Jane
Past Perfect
Jane had helped Tina
Tina had been helped by Jane
Simple Future
Jane will help Tina
Tina will be helped by Jane
To Be Going To
Jane is going to Tina
Tina is going to be helped by Jane
Future Perfect
Jane will have helped Tina
Tina will have been helped by Jane

Sumber : http://bahasainggrisonlines.blogspot.com/2012/12/passive-voice-kalimat-pasif.html



Jumat, 11 April 2014

Bahasa Inggris Bisnis2 (Bulan ke-2)

Exercise 33 : Because / Because of
Page : 121
1.    Because of
2.    Because of
3.    Because of
4.   Because
5.    Because
6.   Because
7.    Because of
8.   Because of
9.   Because of
10. Because of

Exercise 34 : So / Such
Page 124
1.    So
2.    Such
3.    So
4.   So
5.    Such
6.   So
7.    Such
8.   So
9.   Such
10. Such
11.  So
12. So
13. Such
14. So
15. So
ARTIKEL CONNECTORS
Cause Connectors
Because  : Each of the following conjunctions introduces a clause stating cause (a reason). A clause by definition has a (subject + verb). The cause-clause may occur before or after the effect-clause.
     …..because + subject + verb
examples of questions :
1.Anita went inside because it was raining.
2.Paul cannot go to the ]\foot ballgame because his grades.
3.Putri was awarded a scholarship because her superior scholastic ability.
4.Joy was worried because it had started to rain.
Because of : Each of these preposition-like expressions introduces a clause  stating cause (a reason). The preposition is followed by noun  or pronoun. The cause- clause may occur before or after the effect-clause    
     ……because of + noun (phrase)
examples of questions :
1.We decided to leave early because of the party is boring.
2.The students arrived late because of the traffic jam.
3.The school were closed because of snow.
4.I was late because of you.

Sumber:
http://bunda-agadan.blogspot.com/2011/04/persiapan-toefl-latihan-structure-skill.html
http://www.grammar-quizzes.com/8-10.html
fhonna.blog.binusian.org/
kamus inggris Indonesia john m.Echols dan Hassan shadily